Referensi mengenai Sultan Hamid II, sebagai perancang lambang Garuda Pancasila. Diduga terlibat dalam gerakan Westerling pada tahun 1950 sehingga dihukum 10 tahun.

Tulisan ini dibuat sebagai kumpulan kisah mengenai beliau.

Berikut uraian dari chatGPT

Sultan Hamid II adalah tokoh penting Indonesia yang dikenal sebagai perancang utama Lambang Negara Republik Indonesia, Garuda Pancasila. Perannya sering terlupakan, padahal kontribusinya sangat menentukan identitas visual dan simbolik negara.

Siapa Sultan Hamid II?

Nama lengkap: Syarif Abdul Hamid Alkadrie
Lahir: 12 Juli 1913, Pontianak
Wafat: 30 Maret 1978
Kedudukan: Sultan Pontianak (Kesultanan Kadriah)
Latar belakang: Pendidikan militer dan administrasi di Belanda; aktif dalam struktur pemerintahan awal Indonesia.

Peran dalam Perancangan Garuda Pancasila
Pada 1950, pemerintah membentuk Panitia Lencana Negara untuk merancang lambang resmi negara. Sultan Hamid II ditunjuk sebagai perancang, bekerja bersama Presiden Soekarno dan tokoh lain.

Kontribusi kuncinya:
Desain Garuda sebagai lambang kekuatan, kemuliaan, dan kedaulatan.
Integrasi Pancasila dalam lima simbol di perisai:

⭐ Ketuhanan Yang Maha Esa
⛓️ Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
🌳 Persatuan Indonesia
🐂 Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan
🌾 Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Detail simbolik penting:
Jumlah bulu (17-8-45) melambangkan tanggal Proklamasi.
Pita “Bhinneka Tunggal Ika” sebagai semboyan persatuan dalam keberagaman.

Desainnya mengalami penyempurnaan (misalnya bentuk kepala Garuda yang kemudian menghadap ke kanan), tetapi konsep dan rancangan dasar berasal dari Sultan Hamid II.

Kontroversi dan Akhir Hidup
Nama Sultan Hamid II sempat tenggelam karena keterkaitannya dengan Peristiwa APRA (1950). Ia ditangkap dan dipenjara, sehingga perannya dalam lambang negara lama tidak banyak disebut dalam narasi resmi. Namun, pengakuan historis kemudian menegaskan bahwa jasanya sebagai perancang Garuda Pancasila tidak terbantahkan.

Mengapa Penting Dikenang?
Garuda Pancasila adalah simbol pemersatu bangsa—hadir di setiap kantor negara, sekolah, dan dokumen resmi.
Karya Sultan Hamid II menunjukkan bahwa identitas Indonesia dibangun dari kontribusi lintas daerah, termasuk dari Kalimantan Barat.
Mengingat jasanya adalah bagian dari keadilan sejarah.

Berikut link website yang membahas mengenai Sultan Hamid II:

Podcast also available on PocketCasts, SoundCloud, Spotify, Google Podcasts, Apple Podcasts, and RSS.

Leave a comment

Hello

Join us!

About the podcast